Sejarah Gereja Wesleyan Tembok Ratapan Oesapa
Nama : Delvi Pah
Prodi : PAK
Semester : IV (Empat)
Gereja Wesleyan Indonesia Tembok Ratapan didirikan pada tanggal 8 Mei 2011 oleh Pdt. Rev Lasarus Lot Sailana didukung Ir Sony W. Taka bersama Istri dan Pdt. Nehemia A. Sailana, M.Th bersama Istri. Jemaat Mula-mula berasal dari gereja berasal dari gereja Wesleyan Jemaat Kristus Alfa Omega Kuanino Kupang di karenakan ada beberapa problem yang terjadi di interen gereja waktu itu sehingga gembala dan beberapa jemaat mengambil keputusan untuk membuka Pos pelayanan Baru yang sekarang Bernama Gereja Wesleyan Indonesia Jemaat Tempob Ratapan.
Pada Tahun 2010 Pdt. Lasarus Lot Sailana di injinkan Tuhan untuk berkunjung ke Israel dan berdoa di Tembok Ratapan Yerusalem, sehingga Bapa Pdt. Lasarus Sailana S.Th mendapat Hikmat dari Tuhan sehingga memberikan nama gereja yang semula adalah Pos Pelayan Baru Menjadi Gereja Wesleyan Indoneaia Jemaat Tembok Ratapan Oesapa yang kini berlokasi di Aransa Pohon Duri. Tempat itu dulunya dikenal sebagai tempat prostitusi terbesar di masanya.
Saat pemilik aransa meninggal maka tempat itu diserahkan kepada anaknya sehingga diputuskan untuk tempat tersebut di kosongkan atau tidak menjadi tempat prostitusi, selang beberapa waktu Pdt. Rev L.L. Sailana S.Th meminta persetujuan dari keluarga Ir. Sony W. Taka memberikan tempat itu untuk dipakai menjadi Kampus Sekolah Tinggi Teologi Abalbalat Wesleyan Kupang yang awalnya berlokasi di Kuanino. Setelah itu baru di gunakan juga menjadi gereja Wesleyan Tembok Ratapan sehingga tempat yang dulunya menjadi tempat maksiat sekarang di rubah menjadi tempat "pohon keselamatan" karena suda ada berdirinya sebuah Gereja untuk berkumpulnya orang-orang percaya untuk memuji dan menyembah Tuhan.
Tempat ini pernah di kunjungi oleh BBC Jerman karena tertarik dengan sejarah tempat tersebut yang di mana Pdt Nehemia A. Sailana, M.Th yang memberikan penjelasan terkait dengan sebelum tempat ini di ubah menjadi gereja.
Jemaat Gereja Wesleyan Tembok Rapatan mula-mula berjumlah 10 KK dan kini telah berkembang menjadi 46 KK dengan jumlah jiwa 96 orang (sekarang) yang terdiri dari anak-anak (15 orang), pemuda (20 Orang), dan Dewasa (61 orang) Gereja Wesleyan Tembok Ratapan juga memiliki 3 pos PI, 4 Paud, 1 Yayasan, 1 Sekolah Tnggi Teologi, 1 Panti Asuhan, semuanya menjadi satu dengan GWI Tembok Ratapan Oesapa. Dengan jumlah Pendeta saat ini berjumlah 3 orang.
Visi misi gereja Wesleyan tembok Ratapan Oesapa kedepan adalah : Memanggil orang-orang yang terhilang atau menjangkau jiwa-jiwa yang tidak terjangkau jiwa-jiwa sebagaimana Yesus berkata "Aku Datang Untuk Melayani Bukan Untuk Dilayani" (Matius 20:28).
Berikut ini merupakan struktur organisasi Gereja Wesleyan Indonesia Tembok Ratapan Oesapa dari Masa ke Masa.
A. (Periode 1 Tahun 2011-2016)
1. Gembala Sidang : Pdt. Rev. Lasarus Lot Sailana, S.Th
2. Wakil I : Pdt Nehemia A. Sailana, M.Th
3. Wakil II : Pdt Morison Mauti, S.Th
4. Sekretaris : Dami Matingfani, SH
5. Bendahara : Maria Lasibey, S.Pd
B. (Periode 2 Tahun 2016-2021)
1. Gembala Sidang : Pdt. Nehemia A. Sailana, M.Th
2. Wakil I : Pdt. Ispi Matingfani-Simbolon, S.Th
3. Wakil II : Pdt. Dra. Kristina F. Taka, M.Th
4. Sekretaris : Ratna Sailana, S.Pd
5. Bendahara : Maria Lasibey S.Pd
C. (Periode 3 Tahun 2021-Sekarang)
1. Gembala Sidang : Pdt. Johana Belutowe, S.Th
2. Wakil I : Pdt. Dra. Kristina F. Taka, M.Th
3. Wakil II : Pdt. Morison Mauti, S.Th
4. Sekretaris I : Ibu. Selviana Nalle
5. Sekretaris II : Polin Laufra
6. Bendahara : Maria Lasibey, S.Pd
Sekian Dan Terima Kasih
Comments
Post a Comment